Wednesday, July 31, 2013

Perangkat Pembelajaran RPP Kurikulum 2013

Informasi Pelaksanaan Kurikulum 2013
Oleh: Teguh Hariadi, S.Pd

 
Informasi anak TKJ ini diinformasikan untuk semua guru-guru, terutama Guru SMK YAPIS FAKFAK. “Kurikulum 2013 mau tidak mau, suka tidak suka harus dilaksanakan”, demikian kata-kata yang terucap oleh intruktur Pengenalan dan sosialisasi kurikulum 2013 atau K-13 yang dilaksanakan di SMK YAPIS Fakfak beberapa minggu yang lalu.


Pengenalan dan sosialisasi kurikulum 2013 di SMK YAPIS FAKFAK

Informasi Kurikulum 2013 dari kementrian ini sebenarnya banyak yang pro dan kontra di kalangan Anggota dewan. Karena sepertinya “dipaksakan” walaupun belum semua mata pelajaran siap, terutama bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang hanya tiga mata pelajaran, Bahasa Indonesia, Sejarah dan Matematika. Bagaimana dengan mata pelajaran yang lain, terutama mata pelajaran produktif atau peminatan, masih menggantung, alias merana dan meraba-raba, akhirnya yang jadi korban pertama adalah guru, karena guru tidak tahu apa yang harus diberikan ke siswa karena silabus saja belum ada apalagi materi yang akan diberikan kepada siswa, akhirnya banyak guru memberikan sembarang materi diberikan dengan mengacu ke KTSP. Bagi mereka yang sudah ikut pendidikan dan Pelatihan bisa tertawa dan merasa merdeka, tetapi bagi mereka yang belum mendapat kesempatan Pendidikan dan Pelatihan harus gigit jari, setengah mati browsing sana-sini, tiap hari harus Tanya “MBAH GOOGLE”, “Nona YAHOO” tetapi tetap saja sampai sekarang hasilnya Noooooooooooooollllllllllll…… Perangkat Pembelajaran seperti Silabus, RPP, Program Tahunan, Program Semester, KKM, dan sebagainya akan setengah mati dibuat karena belum ada dasar yang paten.
Saya berharap pemerintah harus cepat dan tanggap dalam menangani masalah ini, supaya penyelesaiannya tidak berlarut-larut dan guru tidak terlalu lama menunggu. Untuk guru guru TKJ harap bersabar sambil menunggu sosialisasi tahap selanjutnya supaya semua berjalan dengan lancar. Bagi semua guru di seantero Indonesia dari sabang sampai merauke yang memerlukan perangkat pembelajaran, jangan takut saya yang dulu hobinya hanya NgeGame sekarang sudah beralih menjadi penulis dan akan membagikan salah satu contoh RPP Kurikulum 2013 seperti dibawah ini:


Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Satuan Pendidikan             : SMK YAPIS FAKFAK
Kelas/ Semester                 : X / 1
Mata Pelajaran                   : Bahasa Indonesia
Tema                                  : Seni Bernegosiasi dalam Kewirausahaan
Pertemuan ke-                   : 1
Alokasi Waktu                    : 4 Jam pelajaran ( 4 x 45 menit)

A.     Kompetensi Inti
1.      Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2.      Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3.      Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya  tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4.      Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B.     Kompetensi Dasar:

1.3 Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia dan menggunakannya sebagai sarana komunikasi dalam mengolah, menalar, dan menyajikan informasi lisan dan tulis melalui teks anekdot, laporan hasil observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi
2.4 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, peduli, dan santun dalam menggunakan  bahasa Indonesia untuk bernegosiasi merundingkan masalah perburuhan, perdagangan, dan kewirausahaan
3.3  Menganalisis teks anekdot, laporan observasi,prosedur kompleks, dan negosiasi baik melalui lisan maupun tulisan
4.3 Menyunting teks  anekdot, laporan hasil observasi, prosedur kompleks, dan  negosiasi sesuai dengan struktur dan kaidah teks baik  secara lisan maupun tulisan

C.     Indikator Pencapaian Kompetensi

1.    Menggunakan bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi dalam mengolah, menalar, dan menyajikan informasi lisan  melalui negosiasi dalam kewirausahaan
2.    Menggunakan bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi dalam mengolah, menalar, dan menyajikan informasi tulis melalui negosiasi dalam kewirausahaan
3.    Memiliki perilaku jujur, dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk bernegosiasi merundingkan masalah perburuhan, perdagangan, dan kewirausahaan
4.    Memiliki perilaku disiplin dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk bernegosiasi merundingkan masalah perburuhan, perdagangan, dan kewirausahaan
5.    Memiliki perilaku peduli dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk bernegosiasi merundingkan masalah perburuhan, perdagangan, dan kewirausahaan
6.    Memiliki perilaku santun dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk bernegosiasi merundingkan masalah perburuhan, perdagangan , dan kewirausahaan
7.    Menganalisis contoh negosiasi yang berbentuk lisan untuk merundingkan masalah perburuhan, perdagangan, dan kewirausahaan
8.    Mengubah teks negosiasi ke dalam bentuk yang lain sesuai dengan struktur dan kaidah teks baik secara lisan maupun tulisan

D.     Tujuan Pembelajaran:
Setelah proses pembelajaran peserta didik dapat mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia dan menggunakannya dalam bernegosiasi
E.     Materi Ajar
·         Pengertian negosiasi
Negosiasi adalah bentuk interaksi sosial yang berfungsi untuk mencapai kesepakatan di antara pihak-pihak yang mempunyai kepentingan yang berbeda. Dalam negosiasi, pihak-pihak tersebut berusaha menyelesaikan perbedaan itu dengan berdialog.
·         Pemodelan  Teks Negosiasi

Negosiasi antara Karyawan dan Pengusaha

Setelah para karyawan sebuah perusahaan di bidang elektronika melakukan aksi mogok kerja dengan melakukan demonstrasi di depan kantor perusahaan, akhirnya wakil perusahaan itu menerima wakil para karyawan untuk berdialog. Dialog itu dijaga oleh sejumlah petugas keamanan. Sementara itu, berates-ratus karyawan masih berdemonstrasi di depan kantor perusahaan.
1.      Wakil karyawan : Selamat sore, Pak.
2.      Wakil perusahaan : Selamat sore. Mari, silakan duduk.
3.      Wakil karyawan : Ya, terima kasih.
4.      Wakil perusahaan: Saya, Hadi Winoto, wakil dari perusahaan. Anda siapa?
5. Wakil karyawan: Saya Suparmin, yang dipercaya teman-teman untuk menemui pimpinan. (Mereka bersalaman)
6.      Wakil perusahaan : Sebenarnya, apa yang terjadi? Semua karyawan di perusahaan ini melakukan demonstrasi. Kalau begini caranya,  perusahaan bisa bangkrut dan karyawan bisa di-PHK.
7.      Wakil karyawan: Tidak ada apa-apa Pak. Kami hanya ingin memperbaiki nasib dan hidup layak.
8.      Wakil perusahaan: Maksudnya?
9.  Wakil karyawan: Ya, pasti bapak tahu. Kami, karyawan, sudah bekerja keras demi perusahaan. Tetapi, kami merasa kurang mendapatkan imbalan yang pantas. Kami tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari hanya dengan uang
Rp 2.000.000,00 sebulan. Paling tidak, kami menerima upah sebesar Rp  3.000.000,00.
10. Wakil perusahaan: Itu tidak mungkin. Perusahaan sudah menanggung beban                   terlalu berat. Listrik naik, bahan bakar naik, dan biaya operasional lain juga naik.
       Kenaikan upah  UMP (upah minimum provinsi) belum bisa naik sekarang
11.    Wakil karyawan : Kalau begitu, kami tetap akan melakukan aksi mogok kerja sampai tuntutan kami dipenuhi.
12.   Wakil perusahaan: Tidak boleh demikian. Kita harus mencari jalan tengah.
13.   Wakil karyawan: Lalu, bagaiman?
14. Wakil perusahaan: Saya akan mengusulkan kenaikan tersebut kepada direksi. Perusahaan hanya mampu menaikkan UMP sampai Rp 2.400.000,00. Tidak lebih dari itu. Anda sendiri tahu bahwa pada situasi global ini perusahaan mana pun mengalami kesulitan.
15.    Wakil karyawan: Tidak bisa, Pak. Ini kota Jakarta, Pak. Semua harus dibeli dengan uang. Ya, tolong diusahakan bagaimana caranya agar kami dapat hidup layak. Paling tidak kami menerima gaji sebesar Rp 2.800.000,00.
16.   Wakil perusahaan : Nanti saya akan mengusulkan ke direksi sebesar
 Rp .2600.000,00.
17.   Wakil karyawan: Tapi, usahakan lebih, Pak. Kami akan bekerja lebih keras lagi.
18.   Wakil perusahaan : Baiklah , akan saya coba. Tolong kendalikan teman-teman  karyawan dan sampaikan kepada mereka mulai besok semua karyawan harus  masuk kerja kembali. Karyawan yang mogok kerja akan kena sanksi.
19.   Wakil karyawan: Baik, Pak. Terima kasih . Boleh saya keluar?
20.   Wakil persusahaan: Ya, silakan.
21.   Wakil karyawan: Ya, terima kasih. Selamat sore.
22.   Wakil perusahaan: Selamat sore.
                                (Mereka bersalaman)
Begitu Suparmin keluar dari kantor perusahaan, dia disambut oleh teman-temannya.
Dia lalu menyampaikan hasil dialog dengan wakil perusahaan bahwa UMP  mereka                   Diusulkan naik paling tidak sebesar Rp 2.600.000,00

F.     Metode Pembelajaran :
·                Metode Pembelajaran Saintifik
·                Metode Pembelajaran Penemuan ( Discovery Learning)

G.    Kegiatan Pembelajaran
1.           Pendahuluan
-         Guru memberi salam dan me
2.           Inti

Mengamati
ü  Mencermati teks negosiasi antara karyawan dan pengusaha yang terdapat pada buku siswa (halaman 134)
ü  membaca teks negosiasi yang ditulis teman
Menanya
ü  mempertanyakan isi teks negosiasi
ü  mempertanyakan struktur dan kaidah teks negosiasi
Mengeksplorasi
ü  mengidentifikasi isi  teks negosiasi
ü  menganalisis bahasa teks negosiasi (pilihan kata, gaya bahasa, dan konjungsi) dengan cermat
ü  menyunting teks  yang ditulis teman dari aspek struktur isi  dan bahasa teks negosiasi dengan cermat
ü  memperbaiki teks negosiasi  berdasarkan hasil suntingan
Mengasosiasi
ü  menerapkan ungkapan khas dalam Teks Negosiasi
ü  menemukan dan menyimpulkan struktur dan kaidah teks negosiasi yang baik
Mengomunikasikan
ü  mempresentasikan hasil analisis dengan rasa percaya diri
ü  menanggapi presentasi teman/kelompok lain secara santun
ü  membacakan teks negosiasi dengan intonasi dan ekspresi yang tepat
ü  mengomentari/menanggapi struktur isi dan bahasa teks negosiasi yang dibacakan teman/kelompok lain dengan santun

3.    Penutup

H.     Alat dan Sumber Belajar:
1.    Alat
2.    Sumber Belajar:
Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik, / Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan , Jakarta : Kementrian Pendidikan dan Kebudayan, 2013

I.       Penilaian Proses dan Hasil Belajar:
·         Teknik
·         Bentuk
·         Instrumen
·         Kunci dan pedoman penskoran
·         Tugas